<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Arsitektur on Tren Hotel Mewah Global</title><link>https://hotelmewahglobal.com/categories/arsitektur/</link><description>Recent content in Arsitektur on Tren Hotel Mewah Global</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Thu, 12 Feb 2026 09:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://hotelmewahglobal.com/categories/arsitektur/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Paradigma Arsitektur Kontemporer: Evolusi Lobi Hotel Sebagai Hub Sosial Terintegrasi</title><link>https://hotelmewahglobal.com/posts/arsitektur-lobi-modern/</link><pubDate>Thu, 12 Feb 2026 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://hotelmewahglobal.com/posts/arsitektur-lobi-modern/</guid><description>&lt;p>Selama beberapa dekade, lobi hotel dipandang sekadar sebagai area transisional yang fungsional—sebuah zona antara pintu masuk dan meja resepsionis di mana tamu melakukan proses administratif sebelum menuju privasi kamar mereka. Namun, memasuki dekade ketiga abad ke-21, paradigma ini mengalami pergeseran seismik. Lobi hotel kini tidak lagi menjadi &amp;ldquo;ruang tunggu&amp;rdquo; yang steril, melainkan bertransformasi menjadi jantung sosial yang dinamis, atau yang oleh para kritikus arsitektur disebut sebagai &lt;em>The Living Room of the City&lt;/em>.&lt;/p></description></item><item><title>Arsitektur Regeneratif: Melampaui Net-Zero Menuju Era Ultra-Sustainability dalam Pembangunan Urban</title><link>https://hotelmewahglobal.com/posts/ultra-sustainability-regenerative-architecture/</link><pubDate>Sun, 25 Jan 2026 14:30:00 +0000</pubDate><guid>https://hotelmewahglobal.com/posts/ultra-sustainability-regenerative-architecture/</guid><description>&lt;p>Selama dekade terakhir, narasi utama dalam pembangunan berkelanjutan berfokus pada konsep &lt;em>Net-Zero&lt;/em>—sebuah ambisi di mana bangunan hanya mengonsumsi energi sebanyak yang mereka hasilkan, atau meminimalkan emisi karbon hingga titik nol. Namun, di tengah krisis iklim yang semakin mendesak, target &amp;ldquo;nol&amp;rdquo; tidak lagi dianggap cukup. Dunia arsitektur kini bergeser menuju paradigma yang lebih ambisius: &lt;strong>Arsitektur Regeneratif&lt;/strong>.&lt;/p>
&lt;p>Arsitektur regeneratif tidak sekadar bertujuan untuk &amp;ldquo;tidak merusak&amp;rdquo;, melainkan secara aktif &amp;ldquo;menyembuhkan&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;memulihkan&amp;rdquo; lingkungan sekitarnya. Ini adalah perwujudan dari &lt;em>ultra-sustainability&lt;/em>, di mana sebuah gedung bertindak seperti pohon dalam hutan; ia memurnikan udara, mengolah air, menghasilkan energi surplus untuk komunitas sekitar, dan menyediakan habitat bagi biodiversitas lokal.&lt;/p></description></item></channel></rss>